Pasal Penodaan Agama Dibela Antek Asing

By artikel
Pasal Penodaan Agama Dibela Antek Asing

Image Source: https://beritahangatweb.files.wordpress.com/2012/05/fc44e-nurfathia2.jpg

Ada Muslim yang bersedia untuk musuh begitu Khadam agama
Presiden, Datuk Seri Abdul Hadi Awang berkata, orang-orang Muslim yang terlibat bersedia menawarkan layanan apa pun sebagai musuh-musuh Islam yang memonopoli khadam suara per ras yang mencakup menjadi penyapu, tukang kayu, tukang pipa expletives ringan hanya mengalahkan dan kotoran tukang kunci.

Beliauturut menyatakan menyesal bahwa di atas sikap 'marahkan nyamuk insektisida terbakar' sejumlah Muslim untuk bersedia untuk menghancurkan iman dan kebanggaan dalam kondisi umat-Nya masih tertinggal sebagai hasilnya dipengaruhi oleh kesalahan kampanye propaganda yang menjengkelkan.

Lebih disayangkan, katanya, Muslim terlibat bersedia untuk buku kehancuran besar dan merugikan lebih parah dengan sabar terhadap ringan yang dapat merugikan diselesaikan setelah mengatasi bahaya besar kemajuan.
"Apa yang harus menjadi tugas benar-benar membuat perubahan terhadap Walimatul Ursy Islam bersama memimpin dan Islam dilakukan meskipun siapa pun yang memiliki dikerusi Putrajaya.

"Jika tidak bersedia untuk berubah maka kursi diperoleh untuk wajib memenuhi kewajiban mereka, daripada mengambil kesempatan hanya dengan meletakkan Islam dan para pengikutnya di belakang.

"Ini adalah pendekatan yang ditetapkan dalam semua pesan dari Nabi Muhammad S.A.W. penguasa dan para pemimpin dalam waktu:"Memeluk Islam Anda aman"," katanya dalam sebuah pernyataan kemarin.

Abdul Hadi sementara membanting sejumlah pihak di dalam negeri untuk memperjuangkan hak-hak yang sama dan ingin menghilangkan konsep Islam mengenai keutamaan dalam Malaysia atas dasar keadilan.

Katanya, mereka sudah lupa Islam berhasil bentuk pemerintah dan peradaban berdasarkan iman dan pengetahuan di wilayah dimulai dengan pemerintah Islam di Melaka, tidak bata peradaban berhala atau peradaban membangun kekuatan bahwa orang-orang.

Perusahaan, faktanya adalah bahwa Muslim adalah warga negara dari Yayasan dari negara yang perlu dihargai, bahkan Muslim selama bertahun-tahun menerima masyarakat yang plural tanpa paksaan agama dan hak-hak agama menurut Konstitusi, bukan sebatas menyediakan Kewarganegaraan.

Dengan demikian, dia berkata, orang-orang yang berkewajiban untuk menolak pihak dan siapa saja yang menginginkan pelaksanaan tikus dalam melanggar Konstitusi bukan labu perbaikan perbaikan terhadap pemberdayaan Islam dan syariatnya.
"Orang juga berkewajiban untuk menolak pihak atau siapa saja yang mau menjadi ingin khadam mengikis dasar Konstitusi atau menjadi khadam kolonial atau mengundang kolonial kembali.

"Oleh karena itu, ada tidak ada kompromi terhadap mereka yang menghalangi perjalanan Islam atau yang blocker Samad dan tidak ada kompromi dengan orang-orang yang hanya mengkhadamkan Islam rasis atau bermain dengan tujuan ingin untuk meminggirkan Muslim tanpa menghormati dan menghargai budinya," katanya.


Leave a Comment