Tiga Wilayah Kepala Naga di Jakarta Menurut Fengshui

By Tips
Tiga Wilayah Kepala Naga di Jakarta Menurut Fengshui

Image Source: http://turningpointbizcoach.com/wp-content/uploads/2014/03/business-Capital.jpg

Bagi masyarakat Tionghoa, kawasan kepala naga diyakini selaku wilayah yang membawa peruntungan bagi bisnis mereka. Dalam ilmu feng shui, Jakarta yang dilintasi oleh 13 sungai diketahui termasuk elemen energi naga sungai. Energi bumi sendiri dibagi tiga, yakni naga gunung, naga sungai dan naga dataran datar.

Konsultan feng shui Yulius Fang menjelaskan, cara menentukan posisi suatu kepala naga, dalam hal ini di Jakarta adalah dengan melihat pertemuan muara sungai dengan lautan. Titik pertemuan antara sungai dan laut itulah yang disebut dengan kawasan kepala naga.

Kalau kita melihat jalur naga, kita lihat dari ekornya dulu, yakni sumber mata air yang mengalir melewati Jakarta itu kita sebutnya ekor naga, yakni di daerah Bogor. Sementara untuk kepala naganya ada di kawasan Kapuk, Pluit, Angke. Intinya wilayah yang ada pertemuan sungai dengan laut, kata Yulius saat berbincang dengan Merdeka, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, Kelapa Gading yang selama ini disebut selaku wilayah kepala naga adalah suatu kekeliruan. Menurutnya, Kelapa Gading merupakan wilayah yang disebut badan naga, karena salah satu daerah elite di Jakarta Utara itu hanya dilewati oleh badan Kali Sunter.

Pria yang sudah 12 warsa berprofesi selaku konsultan feng shui ini menambahkan, kepala naga sendiri dibagi dua, kepala naga utama dan kepala naga kecil. Kepala naga kecil artinya lokasi aliran sungai yang ada kelokan.

Kepala naga yang benar-benar kita lihat berkumpulnya air itu ada dua. Pertama pada saat air ia berkelok akan membentuk yang kita sebut kepala naga yang kecil, dimana naga air itu berkumpul kita sebut Jakarta Pusat seperti dialiri Sungai Ciliwung, ujarnya.

Yulius menambahkan, makin maksimal dalam menyerap energi dari naga sungai, hal yang dapat dilaksanakan adalah dengan membuat ceruk atau kawasan yang dapat menahan aliran air agar tak dapat langsung mengalir ke laut. Dalam hal ini, ia mencontohkan penyerapan maksimal energi kepala naga dapat dilihat di Pantai Mutiara.

Kepala naga besar menguntungkan seperti di Pantai Mutiara. Air kita tampung dulu, bocorin pelan, menangkap energi kepala naga air itu. Itu salah satu contohnya, ujarnya. Jikalau dalam waktu dekat Anda berencana berwisata ke Yogyakarta, jangan lupa cek informasi penginapan murah di Jogja untuk harga dan fasilitas terbaik.


Leave a Comment